Feb 01 2012


Grameen Bank (Mikro Kredit Sukses Mengentas Kemiskinan)

Grameen Bank

Grameen Bank merupakan sebuah bank yang mengedepankan mikro kredit bagi masyarakat miskin, di Bangladesh. Bank ini di pelopori oleh seorang  dosen di universitas Chittagong Bangladesh, beliau adalah professor Muhammad Yunus, beliau mendirikan Bank ini diawali atas kegelisahan beliau akan kemiskinan yang tiada terselesaikan pada

Muhammad Yunus

Muhammad Yunus

negaranya tersebut, sehingga beliau berinisiatif untuk membuat sebuat langkah kongkrit dalam penyelesaian permasalah kemiskinan di negaranya. Beliau menerapkan perekonomian mikro yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Seiring dengan waktu konsep perekonomian mikro yang diperuntukan bagi masyarakat miskin di Bangladesh berubah menjadi bank Grameen.

Pada tahun 1974 terjadi bencana kelaparan di Bangladesh, melihat permasalahan yang kian parah professor Muhammad Yunus langsung terjun kelapangan dan mencari solusi. Desa yang pertama kali beliau observasi adalah desa Jobra, beliau pergi dan meneliti disana yang selanjutnya mencari keluarga yang memiliki lahan yang dapat digarap seberapa banyak, menacari tahu keterampilan apa yang dimiliki warga tersebut dan menghitung jumlah warga miskin, setelah itu beliau melakukan analisis.

Berawal dari permasalahan tersebutlah muncul ide untuk menerapakan mikro kredit bagi masyarakat miskin, karena pada desa tersebut terdapat banyak pengrajin kecil yang sulit berkembang karena minimnya dana untuk mengembangkan usahanya, jika ada kredit yang ditawarkan oleh bank dan rentenir itupun harus mengembalikan dengan bunga yang relatif besar, sehingga masyarakat enggan untuk meminjamnya.

Tepat pada tahun 1976 Muhammad Yunus meluncurkan mikro kreditnya kepada masyarakat yang ada di Bangladesh, mikro kredit inilah yang juga merupakan asal usul terbentuknya Grameen Bank di Bangladesh. Grameen Bank Sendiri memiliki arti “Bank Desa” dalam bahasa Banla.

Mikro kredit yang ditawarkan adalah mikro kredit yang diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak memiliki penghasilan tetap, tanpa angunan atau bunga. Adapun tujuan dibentukanya program mikro kredit ini diantaranya adalah :

  1. Memberikan Pinjaman Kepada masyarakat miskin (pengemis, masyarakay miskin yang tidak berpenghasilan lengkap).
  2. Menghapuskan eksploitasi orang kaya dalam member pinjaman kepada masyarakat miskin dengan bunga yang besar (lintah darat).
  3. Menciptakan peluang kerja mandiri bagi masyarakat Bangladesh karena tingginya angka pengangguran disana.
  4. Memberikan fasilitas perbankkan kepada para perempuan.
  5. Mengeluarkan masyarakat dari lingkaran setan (Kemiskinan à kebodohan à pengangguran).
  6. Menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa tujuan diatas yang menjadi keunikan dari mikro kredit yang diterapakan adalah, grameen bank lebih mengedepankan nasabah perempuan. Hal ini dikarenakan untuk pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan posisi tawar pada ruang publik dan ruang privat, disamping itu juga untuk meningkatkan kualitas hidup anak melalui pendidikan dan kesehatan. Karena menurut penelitian bahwa jika perempuan atau ibu sejahtera maka akan memberikan dampak yang berbanding lurus dengan tingkat pendidikan dan kesehatan anak. Diprioritaskan perempuan juga dikarenakan kemiskinan yang luar biasa terjadi Bangladesh dahulu jika mau menikah maka yang member hantaran belanja atau emas kawin justru yang menyediakannya adalah wanita, hal ini karena miskinnya situasi pada saat itu, sehingga wanita kerap kali menjadi korban kemiskinan dan jika tersedia makanan justru wanita harus mengalah dengan pria, hal inilah kenapa menjadi prioritas wanita menjadi sasaran utama bagi nasabah Grameen Bank.

Nasbah Grameen Bank mayoritas adalah wanita yakni sekitar 97% dari total nasabah adalah para kaum hawa total nasabahnya sekitar 6,6 juta orang, dan prioritas nasabah diutamakan masyarakat miskin dengan pengasilan tidak tetap dan para kaum pengemis yang terdapat dinegara Bangladesh.

Keberhasilan Grameen Bank ini dapat dilihat dari dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terdapat 18.000 orang pengemis berhenti mengemis karena telah menjadi pedagang yang mandiri. Keberhasilan lainnya dapat dilihat dari tingkat kepercayaan dan kejujuran nasabah terhadap program yang diterapkan oleh Grameen Bank.

Sistem yang dianut oleh Grameen Bank, adalah sistem kepercayaan dan sistem kekeluargaan dan tanpa membuat surat perjanjian yang sebagaimana dilakukan bank konvensional lainnya, Grameen Bank tidak menerapakan sanksi bagi nasabahnya jika tidak mengembalikan uang, sehingga sistem kepercayaan benar  – benar terjaga. Adapun mekanisme peminjaman yang diterapkan adalah, diwajibkan membentuk satu kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang yang memiliki 1 orang leader atau ketua. Setelah terbentuk kelompok baru dapat meminjam, setiap kelompok harus bergantian dalam peminjaman dana, jika orang pertama meminjam maka yang 4 orang lainnya belum dapat meminjam sampai dana yang dipinjamkan kembali lagi,  jika yang meminjam belum mampu membayar maka 4 orang lainnya bersama – sama membantu mencari dana untuk mengembalikan uang tersebut. Sehingga suasana kekeluargaan dan kepercayaan benar – benar tercipta.

Sistem yang dianut Grameen Bank merupan sistem yang melawan sistem bank konvensional seperti kebanyakan bank yang ada. Ini merupakan trobosan yang berani diterapkan oleh Muhammad Yunus dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan yang terjadi di Bangladesh. Metode mikro kredit ini sukses dalam mengatasi permasalahan kemiskinan di Bangladesh. Dengan semakin sejahteranya masyarakat maka kini masyarakat Bangladesh mampu memiliki rumah layak huni dan dengan memiliki sarana dan prasarana penunjang yang lengkap.

Kini konsep mikro kredit yang diusung oleh Grameen Bank yang dicetuskan oleh sang pelopor Professor  Muhammad Yunus, kini telah banyak di adobsi diberbagai Negara didunia.

Source : Dari Berbagai Artikel di Internet

.: Berbuat Bermanfaat :.

3 responses so far




Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Current day month ye@r *


− four = 2