Feb 07 2013


#4. Pesona Manokwari

Kisah perjalanan KKN ke Papua Barat di lanjutkan….

Pada tulisan sebelumnya sudah melihat binatang bernama “BABI” sangat banyak di temui di Manokwari, saking banyaknya berkeliaran  di jalanan, jika ditelusuri lebih lanjut maka akan didapati Babi – Babi yang sengaja di pelihara dirumah – rumah warga. Tapi disini saya tak akan menceritakan kisah Babi – Babi tersebut yang hidup berdampingan erat dengan manusia, melainkan akan menceritakan pesona Alam nan indah bak permata hitam yang terpendam yang sangat jarang di temui oleh orang atau luput dari publikasi.

Manokwari merupakan Ibu Kota Propinsi Papua Barat, kota ini tidak hanya dipadati penduduk, namun kota ini memiliki keistimewaan lainya yaitu hanya memiliki satu SPBU milik  PERTAMINA, sehingga hanya dikota inilah dapat merasakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga normal atau sama dengan harga minyak di SPBU lainnya di Indonesia, pada saat perjalanan di lakukan harga Premium masih Rp.4.500,-/Liter. Namun jangan berharap menemukan harga yang sama di daerah lain terutama di Teluk Bintuni, harganya akan mencapai 2x lipat. Premium di Kabupaten Teluk Bintuni perliter di jual seharga Rp.11.000,-

Kembali pada fokus saya yang akan menceritakan pesona Manokwari. Perjalanan dari manokwari menuju Kabupaten Teluk Bintuni merupakan perjalanan pertama saya menggunakan mobil di negeri cenderawasih ini. Penatnya badan yang telah melalui perjalanan panjang sedikit terobati dari berbagai fenomena perkotaan di tanah papua ini, satu – persatu kuperhatikan rumah – rumah orang Papua di Manokwari, tak 1 pun ku temui rumah adat Papua (HONAI) yang unik itu, semuanya sudah seperti rumah – rumah yang ditemui di pulau Jawa, Sumatra, ataupun daerah lainnya, ada yang berupa rumah Panggung, Semi permanen, Permanen, dan ada juga rumah – rumah Sosial yang di Bangun oleh kementerian Sosial.

Perumahan Sosial ini mengingatkan saya semasa Kerja Praktik (KP) di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau yang di kenal dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Saya berkesempatan KP di direktorat Perumahan dan Permukiman di bawah Deputi Sarana dan Prasarana. Selama disana saya banyak mengetahui berbagai program perumahan diantaranya Pembangunan Perumahan di Papua, yang waktu itu dibahas lintas kementerian, yaitu BAPPENAS, MENPERA, PU, BPN, MENKEU dan sebagainya. Benar – benar saya melihat realisasi apa yang sempat saya pelajari di Kementerian PPN selama Kerja Praktik. Benar senang apa yang saya dengar dari berbagai rapat di Kementerian hasilnya saya lihat langsung di Lapangan (Papua)… 😀

Salah Satu Rumah di Manokwari

Selaku Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, bentuk rumah, sarpras, alam, prilaku sosial menjadi hal yang menarik di amati. Namun pesona alam di Manokwari sangat – sangat menarik, yang sebenarnya jarang sekali masuk ke media masa. Perjalan panjang menuju Teluk bintuni menyusuri pinggiran lautan, satu sisi lautan sisi yang lain adalah tebing – tebing terjal yang begitu indah. Berikut beberapa gambarnya….. 😀

Indahnya Manokwari

 

Perjalanan Menuju Teluk Bintuni

Pinggir Laut (Manokwari)

Kerenkan, menurut driver jika hari libur atau malam hari ramai dikunjungi dan para pegang juga ramai datang, tempat yang indah penuh pesona nan romantis ini menarik untuk di kunjungi, tak jarang banyak muda mudi yang berpacaran disana.

 

Pesona Manokwari 1

Pesona yang tak kalah menariknya dan bahkan mampu menggugah jiwa yang membuat kita melayang bak butiran debu,,,, dialah sebuah gunung penuh pesona bernama “BOTAK”, penuh romantika kebesaran sang maha Raja dikalangan Raja – Raja, menampakkan Maha Indah-Nya yang tak seorang makhlukpun mampu membuatnya. Ini dia nih gunung Botak di Manokwari…

Gunung Botak

 

Gunung Botak 2

 

Gunung Botak 3

Gunung Botak dan 2 Putri yang Tersesat :D

 

 

Gunung indah penuh pesona ini akan ditemui jika melakukan perjalanan dari Manokwari menuju

Kabupaten Teluk Bintuni… 😀

Ini dulu deh yang dapat dibagi dalam pesona manokwari, lain waktu akan dilanjutkan dengan kisah lainnya selama ber-KKN di Papua #insyaAllah 😀

.: Berbuat Bermanfaat :.

4 responses so far

Feb 05 2013


#3. Perjalanan Panjang Menuju Papua Barat…..

Bismillah……….

 

Cerita KKN kembali di Lanjutkan 😀 😀 😀 😀 😀

Bagian ke #3 ini menceritakan serunya perjalanan menuju Papua 😀

Perjalanan ini semua dimulai dari kota budaya Ngayogyakarta, perjalanan ini di mulai pada  tanggal 8 Juli 2012, seluruh anggota tim memulai perjalanan menuju Surabaya. Perjalanan menuju Surabaya menggunakan mobil, kenapa harus ke Surabaya? Karena rute penerbangan yang relatif murah menuju Manokwari, Papua. Berdasarkan hasil survey harga termurah yaa penerbangan dari Surabaya, maka untuk menghemat dana maka kami menggunakan mobil menuju kota Suro-boyo itu.

Sebelum bercerita lebih jauh biar gak bingung para pembaca maka aku kasi tau dulu deh rute dari Jogja-Teluk Bintuni. Perjalanan di mulai dari Yogyakarta à Surabaya à Makassar à Sorong à Manokwari à Teluk Bintuni à Desa Tempat KKN nih berikut petanya…..

Peta Perjalanan TIM KKN - PPM UGM 2012 Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat

Perjalanan panjang dari Jogja – Surabaya memerlukan waktu lebih kurang 8 jam. Bisa dibayangkan tu badan bakal remuk didalam belum lagi fenomena mabuk darat (bukan mabuk janda loooh yaaa :D). Selama perjalanan ada yang mabuk sampe muntah – muntah adapula yang busing (tujuh) keliling ada juga yang ngorok sepanjang perjalanan, yah macam – macam. dalam situasi seperti itu juga ada yang masih sempat – sempatnya saling nge-bully yaaaah, penuh cerita yang takkan terlupa…… 😀 nih liat para petualang menuju Surabaya dengan mobil…. Jangan diliat lama – lama fotonya ntar malah naksir… ckckck….. 😀 😀 😀

Perjalanan Menuju Surabaya

 

Menuju Surabaya Awal Perjalanan "Panjang"

 

Jangan diliat lama – lama fotonya, ntar naksir sama nona – nona cakep yang di liat dari kejauhan,,, kalo dari dekat gak boleh…. heheh 😀

Tiba di Surabaya kami langsung menuju Bandara Juanda Internasional air port coy,,, untung aja gak telat, disamping Surabaya terkenal dengan “Panas”-nya juga tak kalah ketinggalan dengan prestasi dikota lainnya yaitu “Kemacetan”. Macet dapat menyebabkan keterlambatan tiba di bandara (kayak peringatan dirokok aje)…. Tapi untung gak terlambat broo….

Tiba di Bandara Juanda Surabaya

 

Tiba di bandara langsung bongkar muat barang dari mobil menuju troli – troli yang segera di angkut masuk ke dalam bandara untuk check in. Barang – barang yang subhanallah banyaknya itu cukup menguras tenaga dalam memindahnya….

Saking banyaknya barang – barang akhirnya kelebihan beban bawaan dan harus membayar 4 juta brooo, karena kelebihan barang, untung uang sponsorship masih sisa banyak jadi masih aman buat mengatasi masalah tersebut….

Situasi dalam Bandara saat Check In

 

Kembali Merapihkan Barang - Barang Sebelum Masuk Bagasi

Setelah check in kami semua mulai masuk kekabin pesawat tepat pukul 11.00 wib terbang menuju Makassar, penerbangan ini menggunakan maskapai Sr*wijaya air. Tepat pukul 01.00 tiba dibandara Hasanuddin, Makassar.

Bandara Hasanuddin Makassar

 

Bandara Hasanuddin, Makassar ini emang luar biasa keren cuy, gak sia2 transit di Makassar, fasilitas ok, model bandara modern, kerenlah jika dibandingkan dengan bandara lain di Indonesia 😀 . kekeranannya setidaknya dapat mengobat sedikit lelah ditubuh ini. Semuanya kembali masuk keruang tunggu, penerbangan berikutnya menuju Sorong baru akan terbang pada pukul 04.30 WIT. Menjelang keberangkatan berikutnya sebagian memilih tidur diruang tunggu dan sebagian lagi memilih keliling bandara menikmati pesona bandara yang mempesona 😀

Ruang Tunggu Bandara Hasanuddin

 

Makan Coto Makassar Dulu

Narsis Sebelum Makan Coto Makassar

Tepat pukul 04.30 kembali perjalanan dilanjutkan menuju Sorong, di sorong hanya transit sebentar di bandara “DOMINE EDUARD OSOK”tergolong bandara dengan skala kecil. Tidak lama transit disini hanya 30 menit, setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Manokwari, ibu kota Papua Barat.

Bandara “DOMINE EDUARD OSOK” Sorong

setelah 30 menit transit di Bandara ini, perjalananpun di lanjutkan menuju Manokwari, Ibu Kota Propinsi Papua Barat, Manokwari merupakan akhir dari penerbangan yang kami lalui. Berikut adalah kondisi bandara Rendani Manokwari, Papua Barat.

Tiba di Manokwari

 

Pintu Kedatangan Sekaligus Tempat Pengambilan Bagasi "Bandara Rendani"

 

Kondisi Landasan Pacu "Bandara Rendani"

di bandara ini dimulai lagi bongkar muat barang yang bejibuuun banyaknya, dengan kondisi tenaga yang mulai terkuras, akhirnya barang – barang sudah berhasil dipindahkan kemobil dan di bawa ke hotel tempat transit, hingga menanti keberangkatan berikutnya menuju Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Perjalanan Menuju Kabupaten Teluk Bintuni bisa menggunakan pesawat perintis seperti Susi Air dll. Namun karena barang yang kami bawa sangat banyak dan menghemat dana serta juga sudah di jemput oleh pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, maka kamipun berangkat dengan Mobil berjenis Strada, mobil doble cabin, dengan 1 driver dan 4 orang penumpang yang dilengkapi dengan tempat pengangkut barang berkapasitas besar.  Mobilnya seperti yang di bawah ini… biar ga bingung .. hehe

Mobil Strada "diambil dari Internet"

Perjalanan dari Manokwari menuju Kabupaten Teluk Bintuni-pun dimulai. Perjalanan ini membutuhkan waktu 8 Jam untuk tiba di Kabupaten Teluk Bintuni, melalu jalan di pinggir laut, keluar masuk hutan dengan berbagai kondisi, maka itulah alasan kenapa harus menggunakan mobil berjenis Strada tersebut karena mobil ini memiliki kemampuan 4d yang cukup kuat berjalan dalam berbagai medan perjalanan.

Perjalanan dari Manokwari menuju Kab. Teluk Bintuni, Papua Barat

gambar diatas merupakan kondisi jalanan di Manokwari, Babi jumlahnya cukup banyak disini, hingga sering bermain di tengah – tengah jalan. Babi di Manokwari dianggap sangat sakral, jika pengemudi mobil menabrak babi maka harus membayar denda sangat mahal. Ini dulu ya di ceritain lain kali di lanjutin deh, udah malam dan ngantuuk…hoooaaaam….

 .: Berbuat Bermanfaat :.

2 responses so far

Feb 05 2013


#2. Kenalan dengan “Lelaki” Galau

Bagian ini menceritakan ketemuan dengan semua anggota tim KKN…..

Berbekal dengan semangat yang cukup tinggi untuk ketemu dengan sahabat baru dari berbagai jurusan yang 1 orang-pun belum aku kenal sebelumnya. Namun malam itu yang tampak hanya cowok semua tak seorangpun ada wanita di kafe tempat ketemuan itu, berbekal rasa “khusnudzan” berbaik sangka, dalam hati berfikir mungkin yang wanitanya gak boleh keluar malam, maklum ada jam malam jadi gak bisa dateeeng…..

Malam itu diawali dengan kenalan, kembali di tanyain motivasi masuk tim dan sebagainya, yah sampe mikir kenape ditanyain lagi kan udah diwawancarai sama salah seorang timnya,,, tapi semuanya tetep di jawab dengan antusias karena keinginan yang tinggi untuk dapat bergabung dan menjejekan kaki di negeri indah bumi cenderawasih.

Malam itu berasa seperti pengajian para bapak – bapak yang memang hanya dihadiri para kaum adam yang nota bene mengaku semuanya single, raut kecewa tampak diwajah mereka kala melihat yang daftar cowok meneh – cowok meneh…. dan tampak pula dari wajah – wajah mereka berharap ada wanita yang masuk, terlihat raut – raut wajah kasihan yang penuh harap ada anggota wanita yang daftar biar bisa digebet. Tampak pula di kening mereka ada bacaan yang bertuliskan siap “menggebet”. Ada yang punya moto jenis kelamin nomer sekian yang penting kasih sayang…. Hehehehe (becanda cuy…)

Malam itu pembahasan cukup srius, tidak hanya sekedar kenalan, melainkan membahas mengenai sponsorship (ini srius loh). Malam itu mulai dibicarakan permintaan sponsorship untuk menyiapkan minimal 3 orang anak fakultas kedokteran untuk dapat bergabung karena fokus dari program KKN tim ini adalah “Pendidikan dan Kesehatan” karena hal ini yang paling dibutuhkan di negeri cenderawasih sana, maka pihak sponsorship bersedia memberikan bantuan dengan syarat hal tersebut dapat dipenuhi.

TIM KKN-PPM UGM 2012 Unit 63

Pembahasan ini cukup pelik, tim akan terancam tidak dapat bantuan dana dari sponsor bila ini tidak dipenuhi, namun dalam wajah – wajah pria “galau” itu tersimpan semangat yang tinggi untuk dapat berangkat ke Papua Barat. Modal semangat dan motivasi yang tinggi itulah yang pada akhirnya tim ini mampu berangkat.

Pencarian tim kesehatanpun galak di cari yang berperan banyak adalah salah seorang tim yang penuh dengan wajah galaunya, sebut saja “Ozi”, Ozi adalah salah seorang mahasiswa dari fakultas MIPA pastinya dari UGM dooong 😀 beliau adalah satu – satunya mahasiswa yang pada awalnya memberikan kebahagian pada anggota tim terdahulu yakni para pendiri tim ini, karena nama aslinya adalah “AULIA” dengan semangat para pendahulu ini menyetujui “Ozi” masuk dan menurut cerita mereka malam pertama kali ketemu dengan Ozi mereka para pendahulu datang dengan penuh antusias karena difikir dia adalah wanita yang cantik penuh pesona rupa elok menentramkan mata…… ternya eh ternya simala kama, yang muncul makhluk kekar berdada lebar, pria berotot yang rajin fitness…. Seketika kekecewaan muncul… karena yang datang bukanlah “wanita” hehehe ….. Tapi peran beliau tak tergantikan dalam melakukan rekrutmen anggota….

Akhirnya singkat cerita semua anggota tim berhasil dikumpulkan sebanyak 20 orang terdiri dari 13 lelaki ganteng dan 7 wanita cantik 😀

Rapatpun dilakukan sekali dalam seminggu, hingga pada mendekati keberangkatan intensitas rapat di tingkatkan menjadi 2 kali seminggu, hingga mulai belanja barang – barang perlengkapan KKN. Semua masih terekam jelas dalam memori dengan kapasitas tanpa batas ini…. 😀 sebuah kisah yang takkan terlupakan sepanjang hidup… maka pilihlah tempat KKN sesuai dengan niat dan keinginan agar berkesan… 😀

Ini dia nih tim KKN – PPM UGM Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat 😀

Anggota Tim KKN-PPM UGM 2012 Unit 63 Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat

.: Berbuat Bermanfaat :.

15 responses so far

Feb 04 2013


#1. Kenapa KKN di Papua?

Sebuah keinginan yang telah lama hendak ku bagikan mengenai kisah pengalamanku selama berada di Papua. Kisah ini berawal dari sebuah keinginan yang sejak lama termaktup dalam daftar keinginanku untuk menjejakkan kaki di negeri “Cenderawasih”. Hingga tiba saat yang tepat Allah izinkan aku untuk dapat mencapai keinginan tersebut. Kesempatan tersebut tiba kala masa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengembangan Masyakat (KKN-PPM) di universitas diadakan, sebut saja Universitas Gadjah Mada. Program KKN – PPM UGM ini merupakan bagian dari TRI DHARMA Perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian).

Sebuah upaya universitas untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengenal lebih dekat dengan masyarakat, menerapkan ilmu yang didapat dikampus di tengah – tengah masyarakat, belajar menjadi penyelesai masalah baik dalam tim, maupun di tengah masyarakat, memberikan masukan, solusi terkait pemberdayaan masyarakat dan banyak hal lainnya yang penuh manfaat dalam KKN – PPM ini.

Bersama anak - anak Papua Barat

Sebuah pilihan yang bukan tanpa alasan kenapa aku ingin mengabdi (KKN-PPM) di Papua. Oh ya,, sebelum aku ceritakan lebih jauh perlu diketahui tempat KKN ku di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Alasan kenapa aku memilih KKN di sana di samping karena keinginan yang sejak lama sudah ada seperti yang aku ceritakan diatas, juga aku ingin melihat langsung seperti apa kondisi Papua dengan mata kepalaku sendiri. Ingin melihat budayanya, tata ruangnya, pembangunannya, masyarakatnya, kekayaan alamnya, dan banyak hal yang ingin aku ketahui dari Papua. Karena itu semualah yang mendorong keinginanku untuk menuju bumi cenderawasih penuh pesona tersebut.

Sedikit ku ceritakan awal aq memilih tim KKN, nah sekitar bulan Januari 2012 ku mulai mendaftar di Tim KKN Raja Ampat, Papua Barat. Namun dengan alasan kuota sudah penuh khusus anak “engineering” bahasa awamnya anak – anak fakutas Teknik maka akupun tak bisa masuk kesana. Tapi karena semangat yang membara untuk mencapat sebuah cita, maka Allah kirimlah sebuah jalan petunjuk, tiba – tiba seorang teman memberikan sebuah informasi kalo temannya sedang mempersiapkan tim untuk KKN di Teluk Bintuni, Papua Barat. Tanpa berfikir panjang akupun daftar, meski belum aku cek di mana itu Teluk Bintuni berada. Setelah daftar yaaah, di wawancara segala macam, dan cerita banyak dengan yang mewawancara tampak yang mewawancara pun belum memahami benar tuh dimana Teluk Bintuni, kondisi seperti apa dan sebagainya, tapi tak apalah setidaknya nanti aku bisa berfikir banyak dan membantu tim untuk hal tersebut, secara anak “Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota” yang “CINTA” dengan “PETA dan DATA”…. Hehe 😀

Peta Papua Barat

Bergabung sekitar bulan awal Februari 2012, dan di jejaring sosialpun mulai terlihat posternya meski dengan pernyataan telah mendapat “persetujuan lokasi, sponsorship” ternyata itu semua hanya sebagai penarik semata,,,, #tepokjidat… Meski merasa dijebak dan di tipu, namun disitulah aku berfikir inilah jalan awal untuk dapat berkontribusi membantu kerja tim untuk mendapatkan sponsorship dan sebagainya. Sebuah perjuangan dan kisah yang tak mungkin aku lupakan….. 😀 tentunya semua ini aku dedikasikan buat seluruh anggota tim KKN – PPM UGM Kabupaten Teluk Bintuni 2012 😀 😀 😀 😀  …..

Bersambung…………………………..

.: Berbuat Bermanfaat :.

7 responses so far

Jan 23 2013


Perspektif Modal Sosial Menurut Para Ahli

Modal Sosial dalam bahasa inggris di kenal dengan social capital menurut Field, 2003 dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang mau bekerjasama untuk mencapai berbagai hal yang tidak dapat mereka lakukan sendirian, atau dapat dicapai namun dengan susah payah. Sekelompok orang yang mau bekerjasama yang memiliki kesamaan nilai atau rasa senasib sepenanggunggan bersama – sama untuk mengatasinya, hal ini dapat dikatakan sumberdaya atau potensi masyarakat yang dipandang sebagai modal. Field juga menambahkan bahwa jika semakin banyak anda mengenal orang dan memiliki kesamaan cara pandang dengan mereka maka akan semakin kaya modal sosial.

Putnam dalam Field 2003 mendefinisikan modal sosial sebagai bagian dari sebuah organisasi sosial yang didalamnya terdapat asas kepercayaan, norma – norma atau etika dan jaringan yang dapat memperbaiki efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan – tindakan yang terkoordinasi, dengan demikan setiap kegiatan dilakukan akan berjalan dengan baik dan terarah. Coleman dalam Field, 2003 menegaskan bahwa norma, jaringan sosial, dan hubungan antara orang dewasa dan anak – anak yang sangat bernilai bagi tumbuh kembang anak. Modal sosial dapat ditemukan didalam keluarga namun juga dapat ditemui di luar keluarga, seperti didalam komunitas, atau organisasi kelompok masyarakat. Dengan demikian Coleman menyatakan bahwa modal sosial tidak hanya terdapat pada organisasi atau kelompok masyarakat saja namun modal sosial juga dapat ditemui pada lingkungan keluarga.

Continue Reading »

No responses yet

Nov 23 2012


Wanita dan Kepemimpinan Politik dalam Islam

Wanita dan Kepemimpinan Politik dalam Islam

Oleh : Budi Irawan[1]

 

Kepemimpinan wanita dalam dunia politik menjadi hal yang hangat dibicarakan akhir – akhir ini, mulai dari miningkatkan jumlah minimum 30% kursi di parlemen untuk perempuan, isu – isu kesetaraan gender yang mengatakan bahwa wanita hanya menjadi pelayan seks bagi para suami mereka, dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan feminisme. Fenomena – fenomena inilah yang kini menghasilkan perbincangan hangat sebenarnya bagaimana kedudukan wanita dalam islam dan seperti apa pandangan islam terhadap wanita yang terlibat dalam politik dan bahkan menjadi pemimpin dalam sebuah perpolitikan itu. Adanya pandangan bahwa wanita di pandang lebih rendah dalam islam menjadi sebuah perbincangan hangat pada kalangan penggiat feminism dan liberalism. Serta adanya pendapat kaum feminis bahwa jika parlemen diisi dengan keseimbangan (equity) jumlah laki – laki dan perempuan maka akan memberikan kesejahteraan[2].

Continue Reading »

12 responses so far

Oct 01 2012


Sesuatu yang Pasti

Filed under Dunia dan Akhirat

Siang berganti malam, sang waktu terus berputar pada porosnya. Masa demi masa kian terlewati hingga tidak tahu hingga kapan diri ini akan dapat bertahan di tempat transit ini. Hilir mudik kendaraan di jalanan kian melaju kencang, sesekali bis berhenti sejenak di halte untuk menurun naikkan para penumpang. Iya menurun naikkan para penumpang, yang naik bak mencari dan menuju tujuan, dan yang turun kian mendekati tujuan mereka. Tujuan itu kian jelas dan kian tampak seiring dengan terus berputarnya sang waktu, tujuan itulah yang akan mengantarkan diri ini menuju kehidupan yang kekal nan hakiki. Tujuan yang semua orang pasti akan melaluinya sesuatu yang tak akan dapat bisa ia hindari barang sedetikpun, sang bocah di barak pengungsian merapipun berujar dengan bijaknya, “mas, sesuatu yang paling dekat dengan hidup ini adalah kematian mas, jadi meski lari kemanapun kita semua akan mati” bocah yang belum menginjak kelas 3 SD pun kian sadar akan hal yang tak mungkin di hindari ini. Kehidupan di negeri transit ini jelas – jelas Sang Khalik memerintahkan untuk beribadah padanya “Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-KU”.

Namanya saja sudah transit, hanya pemberhentian sementara dan tak akan berlama – lama di negeri ini, namun betapa sadarnya diri ini yang kian lalai akan segala perintah-Nya, pesona kehidupan yang mampu menggugah jiwa ini untuk mencicipi semuanya dan bahkan lupa akan “halal” dan “haram” hasutan dan godaan sang setan kian sulit di bendung karena  lemahnya iman ini kian mempermudah mengantarkan diri ini ke jurang kesesatan, Astagfirullah.

Tiada jalan lain selain meningkatkan keimanan ini dengan terus dan terus memperbaiki diri ini hingga kian terjaganya hati dan iman ini menjadi kuat, bak pondasi yang di disusun dengan struktur dan bahan yang kokoh, kuat dari berbagai terpaan dan guncangan.

Wallahu a’lam Bissawab

.: Berbuat Bermanfaat :.

2 responses so far

Sep 18 2012


Kembali Menulis

Filed under Uncategorized

Bismillah….

Setelah sekian lama menginggalkan Jogja karena menjalankan tugus KKN di pelosok timur Indonesia blog ini kian jadi terbengkalai, di karenakan minimnya akses di pelosok sehingga tidak dapat menulis dari kejauhan sana. Namun saat ini kembali menarikan jari jemari ini di atas keyboard dan kembali menulis di blog yang telah terbengkalai sekian lama. InsyaAllah kembali istiqomah dalam menulis di media massa yang tentunya bercita – cita memberikan kemanfaatan pada khalayak banyak.

“sebaik – baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain”

Bismillah

.: Berbuat Bermanfaat :.

One response so far

Sep 16 2012


Islam Kultural dan Islam Struktural “Lawan atau Pilihan” ?

Islam Kultural dan Islam Struktural

“Lawan atau Pilihan” ?

Oleh : Budi Irawan

Bismillah

 

Berbicara mengenai jenis – jenis islam, tentunya jawabannya islam itu adalah satu yakni Islam tanpa embel – embel yang terletak dibelakang atau di depannya. Islam Struktural dan Islam Kultural bukanlah berbicara mengenai berbagai jenis atau ragam dalam Islam, namun menjelaskan metode atau cara yang di tempuh dalam melakukan da’wah atau mensyi’arkan agama Islam. Sebelum menela’ah dan mengenal lebih jauh Islam Struktural dan Islam Kultural maka ada baiknya memahami apa itu Islam Struktural dan Islam Kultural.

Islam Struktural menurut (Muhammad Sulthon, 2003 dalam Muhammad Adib Shomad) berpendapat bahwa sesuatu dapat dikategorisasikan sebagai dakwah struktural jika betul-betul berdakwah secara serius dan intensif mengupayakan Islam menjadi bentuk dan mempengaruhi dasar nagara. Untuk itu, kecenderungan dakwah ini seringkali mengambil bentuk dan masuk ke dalam kekuasaan, terlibat dalam proses eksekutif, yudukatif dan legislatif serta bentuk-bentuk struktur sosial kenegaraan lainnya. Dengan demikian aktifitas dakwah ini banyak memanfaatkan struktur sosial, politik, ekonomi guna menjadikan Islam menjadi basis Ideologi negara, atau setidaknya memanfaatkan perangkat negara untuk mencapai tujuannya. Namun saya berpendapat bahwa Islam Struktural adalah media atau metode da’wah yang di pakai adalah media politis, yang cenderung menggunakan jabatan sebagai alat untuk berda’wah, namun tidak memiliki tujuan untuk mendirikan negara islam, hal ini di lakukan agar agama dan negara tidak di pisahkan atau di parsialkan sehingga agama dan negara dapat bersatu dalam kehidupan.

Islam Kultural adalah metode da’wah yang dipakai untuk mengajak masyarakat untuk masuk islam atau menta’ati segala perintah Allah dengan menggunakan pendekatan – pendekatan kultur atau budaya masyarakat setempat. Islam Kultural memberikan keanekaragaman dalam mengajak masyarakat untuk mencintai islam dengan cara – cara yang tidak kaku dan menyesuaikan keadaan kebudayaan setempat sehingga islam tidak lagi agama yang kaku dalam menyebarkan agama islam. Kaku yang di maksud adalah penyebaran agama islam tidak harus menggunakan metode atau cara yang dilakukan di negara Islam Timur Tengah dalam mensyi’arkan agama Islam.

Continue Reading »

44 responses so far

Jun 28 2012


Pelepasan KKN – PPM UGM 2012

Bismillah……

Kamis, 28 Juni 2012 adalah hari pelepasan peserta KKN – PPM (Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pengembangan Masyarakat) Universitas Gadjah Mada Tahun 2012. Pelepasan di mulai pukul 08.00 di Graha Sabha Pramana  (GSP) Universitas Gadjah Mada. Pelepasan KKN – PPM UGM 2012 dilepas secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.

Pidato Pelepasan KKN - PPM UGM 2012 (Dok. Pribadi)

Dalam pidato pelepasan,  beliau menyatakan sangat mendukung program KKN – PPM yang di usung oleh UGM. Dengan adanya KKN – PPM ini diharapkan mahasiswa dapat memahami berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat, sehingga mahasiswa dapat turut serta dalam memberikan berbagai alternatif solusi untuk masyarakat. Beliau juga mengungkapkan dengan adanya program KKN yang dilaksanakan oleh UGM dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya KKN ini diharapakan dapat membantu pengentasan masyarakat miskin yang ada di negeri ini, program pemerintah juga terus di galakkan dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia, salah satunya adalah dengan program MP3KI (Masterplan Program  Perencanaan  Penanggulangan Kemiskinan Indonesia) yang sedang disusun, namun berbagai program lainnya yang berlangsung adalah pengucuran dana kurang lebih 30 triliun di kucurkan untuk kredit usaha rakyat (KUR) berupa pinjaman tanpa agunan.

Menurut Pak Hatta Rajasa “Pendidikan kita bertujuan untuk masyarakat” dengan pendidikan maka kita dapat mengembangkan ilmu – ilmu yang didapat dikampus ketengah – tengah masyarakat. Upaya pengembangan ilmu tersebut dapat dilakukan dalam program KKN yang di lakukan UGM.

Continue Reading »

13 responses so far

Older Posts »